Milka Kheng blog's
Private blog about my hobbies, collectibles and bussines
Jumat, 27 Agustus 2010
Kamis, 22 Juli 2010
Minggu, 18 Juli 2010
My Bisnis "Tritama Jaya Group"
Tritama Technologist, konsep dasarnya adalah sebuah usaha yang menyediakan produk-produk di bidang keteknikan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen rumah tangga maupun usaha skala kecil. Didirikan dengan dasar keahlian dibidang keteknikan, desain dan manajemen proses manufaktur, serta pengalaman selama kurang lebih 10 tahun dalam perdagangan alat-alat listrik, dan home appliance.
Selain itu juga sebagai konsultan untuk beberapa permasalahan di bidang keteknikan yang mungkin di hadapi para penggiat usaha kecil, misal dari kasus yang pernah ditangani sebelumnya, adalah kebutuhan akan proses pengeringan pakaian yang efisien dalam kapasitas ekstra besar pada beberapa laundry.
Tritama Technologist mengawali produk perdananya dengan Osmart Dryer Cabinet, Tritama Stick Lamp, Tritama Safety Gas-Holder. Produk – produk tersebut awalnya diproduksi dalam skala home industri, yang pada perkembangannya nanti bakal ditingkatkan ke skala yang lebih besar lagi.
OUR PRODUCTS
1. Lemari Pengering Pakaian Energi Listrik
Lemari pengering pakaian yang dirancang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga dengan sumber daya listrik.2. Mesin Pengering Pakaian untuk Laundry

Mesin Pengering yang dirancang sesuai dengan kebutuhan Laundry, dengan kapasitas hingga lebih dari 50Kg pakaian.
3. Mesin Pengering Helm

Mesin pengering yang dirancang untuk kebutuhan pengeringan laundy helm.
4. Alat bantu lepas pasang lampu

Stick Lamp, sebuah alat yang dirancang untuk memudahkan lepas-pasang lampu.
5. Alat pengaman tabung gas

Safety Gas Holder, pengaman tabung gas yang dirancang untuk meminimalisir kebocoran gas yang sering terjadi.
Hubungi : Osmart.wordpress.com
Sabtu, 17 Juli 2010
"MENJALANI HARI TANPA BEBAN"
Hari terasa berat untuk dilewati? Bukan hanya Anda yang merasakannya. Terkadang masalah hidup yang sedang kita hadapi memaksa kita untuk mengerahkan kemampuan terbaik dari dalam diri. Akibatnya stres dan depresi pun melanda. Jika sudah seperti ini, menjalani hari-hari justru akan terasa berat. Jika Anda merasa beban dari masalah Anda belum terlepaskan sedangkan banyak hal yang harus Anda kerjakan di hari itu, cobalah beberapa tips berikut ini:
1. Tuliskan tugas atau pekerjaan yang harus Anda lakukan dan buat deadline untuk setiap pekerjaan itu. Jika Anda sudah selesai mengerjakan sebuah pekerjaan, buat check mark atau highlight pada poin pekerjaan tersebut. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terbebani dengan banyaknya pekerjaan yang merupakan tanggungjawab Anda.
2. Berkonsentrasilah secara penuh pada setiap pekerjaan yang tengah Anda lakukan. Pikiran yang tidak fokus justru akan memperlambat selesainya pekerjaan Anda.
3. Berikan prioritas pada masing-masing pekerjaan. Dahulukan mana yang paling penting dan mendesak.
4. Jangan sungkan mendelegasikan tugas kepada orang lain jika Anda merasa waktu dan tenaga yang Anda miliki tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Be realistic!
5. Berikan penghargaan kepada diri Anda ketika sebuah pekerjaan telah berhasil Anda selesaikan. Pergi ke spa atau melakukan rileksasi di tempat yang nyaman dapat menjadi pilihan yang bagus.
6. Istirahat sejenak di tengah waktu kerja. Pejamkan mata selama 5 menit, stretching, atau apa saja yang bisa mengistirahatkan otak Anda dari berpikir sejenak.
7. Berlibur. Berlibur tidak harus pergi ke pantai atau resor-resor mahal. Pergi ke toko souvenir atau toko kerajinan tangan sambil mengamati benda yang lucu-lucu terkadang ampuh mengalihkan perhatian kita dari tumpukan pekerjaan di kantor.
8. Selalu kritis kepada diri sendiri, dan menimbang dengan bijak apakah masalah yang Anda hadapi cukup penting untuk Anda pikirkan secara serius.
Selamat menjalani hari!
"BANGUNLAH JEMBATAN BUKAN TEMBOK"
*JEMBATAN*Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.
Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah
menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam
bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak.
Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang
kayu.
Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu
dengan ramah? Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?
Oh ya !? jawab sang kakak. Saya punya sebuah pekerjaan untukmu?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana . Itu adalah rumah
tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.
Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan
Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku
Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin
melupakannya. Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan.
Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.
Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang
hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di
sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru
Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu
melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar
kayu sebagaimana yang dimintanya.
Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.
Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.
Dari seberang sana , terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki
Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.
Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal
sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku? kata sang
adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu, pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini, kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.
TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA
TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA
TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA, SAUDARA KITA.
KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG KITA.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA MANUSIA
Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita
melihat yang ada di depan?
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga
kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian
maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga
bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun
dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata
yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu
mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk
menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.*
Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah
menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam
bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak.
Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang
kayu.
Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu
dengan ramah? Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?
Oh ya !? jawab sang kakak. Saya punya sebuah pekerjaan untukmu?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana . Itu adalah rumah
tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.
Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan
Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku
Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin
melupakannya. Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan.
Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.
Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang
hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di
sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru
Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu
melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar
kayu sebagaimana yang dimintanya.
Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.
Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.
Dari seberang sana , terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki
Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.
Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal
sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku? kata sang
adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu, pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini, kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.
TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA
TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA
TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA, SAUDARA KITA.
KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG KITA.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA MANUSIA
Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita
melihat yang ada di depan?
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga
kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian
maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga
bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun
dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata
yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu
mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk
menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.*
Renungan Hidup

Hanya Belajar Motivasi adalah kesia-siaan
Artikel Renungan
“Temukan Kerajaan Sorga terlebih dahulu, Dan segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu”. - Yesus
Anda boleh saja belajar tentang cara sukses, dan cara motivasi dari A-Z. Tetapi bila itu bukan panggilan hati Anda. Maka semua pembelajaran itu adalah sia-sia. Maka dari itu renungkanlah, apa yang menjadi panggilan Hati anda ?
Motivasi yang beredar di pasaran sekarang ini adalah motivasi untuk mencapai kesejahteraan materi. Apakah hanya hal itu yang kita butuhkan ? Apakah ada motivasi yang dapat menyentuh jiwa kita ? Apakah ada motivasi yang memotivasi kita untuk menemukan kerajaan “Elohim", Keberadaan kita, Jati diri, melihat ke dalam ? Apakah ada motivasi yang menyuruh kita untuk mendengarkan nurani kita ??
Anda bisa saja merasa terinspirasi setelah mendengar kata-kata motivasi dalam sebuah seminar yang wah.. Tetapi saya berani jamin, jika jiwa anda masih belum terurus dan beres, dan anda mengabaikan jiwamu. Maka percayalah, inspirasi dan semangatmu pun akan luntur dimakan oleh waktu.
Jika kita benar-benar mendengar suara hati kita, hal-hal materi hanyalah sebagai alat. Tidak mungkin sebagai jadi “tujuan”. Maka itu bila anda mengikuti seminar motivasi dan “menjadi kaya” adalah tujuannya, maka.. Anda akan semakin jauh dari diri Anda sendiri.
“Tidak ada artinya, Kamu memperoleh segalanya di dunia ini, Tapi kehilangan dirimu sendiri”.
Bila Kasih bersemayam dalam diri kita, menjadi “Miskin” atau “Kaya”, dua-duanya adalah hal yang baik. Tetapi bila Kita tidak merasakan kehadiran Kasih dalam hidup kita sehari-hari, apakah kita menjadi orang yang “Miskin” atau “Kaya”, kita tetap tidak akan bahagia. Pada akhirnya semua pencapaian itu, akan membawa kita pada kehampaan.
Anda boleh saja belajar tentang cara sukses, dan cara motivasi dari A-Z. Tetapi bila itu bukan panggilan hati Anda. Maka semua pembelajaran itu adalah sia-sia. Maka dari itu renungkanlah, apa yang menjadi panggilan Hati anda ?
Motivasi yang beredar di pasaran sekarang ini adalah motivasi untuk mencapai kesejahteraan materi. Apakah hanya hal itu yang kita butuhkan ? Apakah ada motivasi yang dapat menyentuh jiwa kita ? Apakah ada motivasi yang memotivasi kita untuk menemukan kerajaan “Elohim", Keberadaan kita, Jati diri, melihat ke dalam ? Apakah ada motivasi yang menyuruh kita untuk mendengarkan nurani kita ??
Anda bisa saja merasa terinspirasi setelah mendengar kata-kata motivasi dalam sebuah seminar yang wah.. Tetapi saya berani jamin, jika jiwa anda masih belum terurus dan beres, dan anda mengabaikan jiwamu. Maka percayalah, inspirasi dan semangatmu pun akan luntur dimakan oleh waktu.
Jika kita benar-benar mendengar suara hati kita, hal-hal materi hanyalah sebagai alat. Tidak mungkin sebagai jadi “tujuan”. Maka itu bila anda mengikuti seminar motivasi dan “menjadi kaya” adalah tujuannya, maka.. Anda akan semakin jauh dari diri Anda sendiri.
“Tidak ada artinya, Kamu memperoleh segalanya di dunia ini, Tapi kehilangan dirimu sendiri”.
Bila Kasih bersemayam dalam diri kita, menjadi “Miskin” atau “Kaya”, dua-duanya adalah hal yang baik. Tetapi bila Kita tidak merasakan kehadiran Kasih dalam hidup kita sehari-hari, apakah kita menjadi orang yang “Miskin” atau “Kaya”, kita tetap tidak akan bahagia. Pada akhirnya semua pencapaian itu, akan membawa kita pada kehampaan.
Langganan:
Postingan (Atom)










