Jumat, 27 Agustus 2010
Kamis, 22 Juli 2010
Minggu, 18 Juli 2010
My Bisnis "Tritama Jaya Group"
Tritama Technologist, konsep dasarnya adalah sebuah usaha yang menyediakan produk-produk di bidang keteknikan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen rumah tangga maupun usaha skala kecil. Didirikan dengan dasar keahlian dibidang keteknikan, desain dan manajemen proses manufaktur, serta pengalaman selama kurang lebih 10 tahun dalam perdagangan alat-alat listrik, dan home appliance.
Selain itu juga sebagai konsultan untuk beberapa permasalahan di bidang keteknikan yang mungkin di hadapi para penggiat usaha kecil, misal dari kasus yang pernah ditangani sebelumnya, adalah kebutuhan akan proses pengeringan pakaian yang efisien dalam kapasitas ekstra besar pada beberapa laundry.
Tritama Technologist mengawali produk perdananya dengan Osmart Dryer Cabinet, Tritama Stick Lamp, Tritama Safety Gas-Holder. Produk – produk tersebut awalnya diproduksi dalam skala home industri, yang pada perkembangannya nanti bakal ditingkatkan ke skala yang lebih besar lagi.
OUR PRODUCTS
1. Lemari Pengering Pakaian Energi Listrik
Lemari pengering pakaian yang dirancang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga dengan sumber daya listrik.2. Mesin Pengering Pakaian untuk Laundry

Mesin Pengering yang dirancang sesuai dengan kebutuhan Laundry, dengan kapasitas hingga lebih dari 50Kg pakaian.
3. Mesin Pengering Helm

Mesin pengering yang dirancang untuk kebutuhan pengeringan laundy helm.
4. Alat bantu lepas pasang lampu

Stick Lamp, sebuah alat yang dirancang untuk memudahkan lepas-pasang lampu.
5. Alat pengaman tabung gas

Safety Gas Holder, pengaman tabung gas yang dirancang untuk meminimalisir kebocoran gas yang sering terjadi.
Hubungi : Osmart.wordpress.com
Sabtu, 17 Juli 2010
"MENJALANI HARI TANPA BEBAN"
Hari terasa berat untuk dilewati? Bukan hanya Anda yang merasakannya. Terkadang masalah hidup yang sedang kita hadapi memaksa kita untuk mengerahkan kemampuan terbaik dari dalam diri. Akibatnya stres dan depresi pun melanda. Jika sudah seperti ini, menjalani hari-hari justru akan terasa berat. Jika Anda merasa beban dari masalah Anda belum terlepaskan sedangkan banyak hal yang harus Anda kerjakan di hari itu, cobalah beberapa tips berikut ini:
1. Tuliskan tugas atau pekerjaan yang harus Anda lakukan dan buat deadline untuk setiap pekerjaan itu. Jika Anda sudah selesai mengerjakan sebuah pekerjaan, buat check mark atau highlight pada poin pekerjaan tersebut. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terbebani dengan banyaknya pekerjaan yang merupakan tanggungjawab Anda.
2. Berkonsentrasilah secara penuh pada setiap pekerjaan yang tengah Anda lakukan. Pikiran yang tidak fokus justru akan memperlambat selesainya pekerjaan Anda.
3. Berikan prioritas pada masing-masing pekerjaan. Dahulukan mana yang paling penting dan mendesak.
4. Jangan sungkan mendelegasikan tugas kepada orang lain jika Anda merasa waktu dan tenaga yang Anda miliki tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Be realistic!
5. Berikan penghargaan kepada diri Anda ketika sebuah pekerjaan telah berhasil Anda selesaikan. Pergi ke spa atau melakukan rileksasi di tempat yang nyaman dapat menjadi pilihan yang bagus.
6. Istirahat sejenak di tengah waktu kerja. Pejamkan mata selama 5 menit, stretching, atau apa saja yang bisa mengistirahatkan otak Anda dari berpikir sejenak.
7. Berlibur. Berlibur tidak harus pergi ke pantai atau resor-resor mahal. Pergi ke toko souvenir atau toko kerajinan tangan sambil mengamati benda yang lucu-lucu terkadang ampuh mengalihkan perhatian kita dari tumpukan pekerjaan di kantor.
8. Selalu kritis kepada diri sendiri, dan menimbang dengan bijak apakah masalah yang Anda hadapi cukup penting untuk Anda pikirkan secara serius.
Selamat menjalani hari!
"BANGUNLAH JEMBATAN BUKAN TEMBOK"
*JEMBATAN*Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.
Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah
menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam
bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak.
Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang
kayu.
Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu
dengan ramah? Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?
Oh ya !? jawab sang kakak. Saya punya sebuah pekerjaan untukmu?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana . Itu adalah rumah
tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.
Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan
Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku
Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin
melupakannya. Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan.
Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.
Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang
hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di
sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru
Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu
melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar
kayu sebagaimana yang dimintanya.
Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.
Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.
Dari seberang sana , terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki
Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.
Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal
sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku? kata sang
adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu, pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini, kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.
TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA
TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA
TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA, SAUDARA KITA.
KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG KITA.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA MANUSIA
Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita
melihat yang ada di depan?
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga
kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian
maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga
bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun
dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata
yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu
mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk
menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.*
Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah
menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam
bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak.
Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang
kayu.
Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu
dengan ramah? Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan?
Oh ya !? jawab sang kakak. Saya punya sebuah pekerjaan untukmu?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana . Itu adalah rumah
tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.
Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan
Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku
Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin
melupakannya. Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan.
Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.
Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang
hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di
sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru
Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu
melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar
kayu sebagaimana yang dimintanya.
Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya.
Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.
Dari seberang sana , terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki
Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.
Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal
sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku? kata sang
adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu, pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini, kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.
TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA
TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA
TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI SESAMA KITA, SAUDARA KITA.
KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG KITA.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA MANUSIA
Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita
melihat yang ada di depan?
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga
kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian
maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga
bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun
dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata
yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu
mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk
menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.*
Renungan Hidup

Hanya Belajar Motivasi adalah kesia-siaan
Artikel Renungan
“Temukan Kerajaan Sorga terlebih dahulu, Dan segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu”. - Yesus
Anda boleh saja belajar tentang cara sukses, dan cara motivasi dari A-Z. Tetapi bila itu bukan panggilan hati Anda. Maka semua pembelajaran itu adalah sia-sia. Maka dari itu renungkanlah, apa yang menjadi panggilan Hati anda ?
Motivasi yang beredar di pasaran sekarang ini adalah motivasi untuk mencapai kesejahteraan materi. Apakah hanya hal itu yang kita butuhkan ? Apakah ada motivasi yang dapat menyentuh jiwa kita ? Apakah ada motivasi yang memotivasi kita untuk menemukan kerajaan “Elohim", Keberadaan kita, Jati diri, melihat ke dalam ? Apakah ada motivasi yang menyuruh kita untuk mendengarkan nurani kita ??
Anda bisa saja merasa terinspirasi setelah mendengar kata-kata motivasi dalam sebuah seminar yang wah.. Tetapi saya berani jamin, jika jiwa anda masih belum terurus dan beres, dan anda mengabaikan jiwamu. Maka percayalah, inspirasi dan semangatmu pun akan luntur dimakan oleh waktu.
Jika kita benar-benar mendengar suara hati kita, hal-hal materi hanyalah sebagai alat. Tidak mungkin sebagai jadi “tujuan”. Maka itu bila anda mengikuti seminar motivasi dan “menjadi kaya” adalah tujuannya, maka.. Anda akan semakin jauh dari diri Anda sendiri.
“Tidak ada artinya, Kamu memperoleh segalanya di dunia ini, Tapi kehilangan dirimu sendiri”.
Bila Kasih bersemayam dalam diri kita, menjadi “Miskin” atau “Kaya”, dua-duanya adalah hal yang baik. Tetapi bila Kita tidak merasakan kehadiran Kasih dalam hidup kita sehari-hari, apakah kita menjadi orang yang “Miskin” atau “Kaya”, kita tetap tidak akan bahagia. Pada akhirnya semua pencapaian itu, akan membawa kita pada kehampaan.
Anda boleh saja belajar tentang cara sukses, dan cara motivasi dari A-Z. Tetapi bila itu bukan panggilan hati Anda. Maka semua pembelajaran itu adalah sia-sia. Maka dari itu renungkanlah, apa yang menjadi panggilan Hati anda ?
Motivasi yang beredar di pasaran sekarang ini adalah motivasi untuk mencapai kesejahteraan materi. Apakah hanya hal itu yang kita butuhkan ? Apakah ada motivasi yang dapat menyentuh jiwa kita ? Apakah ada motivasi yang memotivasi kita untuk menemukan kerajaan “Elohim", Keberadaan kita, Jati diri, melihat ke dalam ? Apakah ada motivasi yang menyuruh kita untuk mendengarkan nurani kita ??
Anda bisa saja merasa terinspirasi setelah mendengar kata-kata motivasi dalam sebuah seminar yang wah.. Tetapi saya berani jamin, jika jiwa anda masih belum terurus dan beres, dan anda mengabaikan jiwamu. Maka percayalah, inspirasi dan semangatmu pun akan luntur dimakan oleh waktu.
Jika kita benar-benar mendengar suara hati kita, hal-hal materi hanyalah sebagai alat. Tidak mungkin sebagai jadi “tujuan”. Maka itu bila anda mengikuti seminar motivasi dan “menjadi kaya” adalah tujuannya, maka.. Anda akan semakin jauh dari diri Anda sendiri.
“Tidak ada artinya, Kamu memperoleh segalanya di dunia ini, Tapi kehilangan dirimu sendiri”.
Bila Kasih bersemayam dalam diri kita, menjadi “Miskin” atau “Kaya”, dua-duanya adalah hal yang baik. Tetapi bila Kita tidak merasakan kehadiran Kasih dalam hidup kita sehari-hari, apakah kita menjadi orang yang “Miskin” atau “Kaya”, kita tetap tidak akan bahagia. Pada akhirnya semua pencapaian itu, akan membawa kita pada kehampaan.
Kamis, 15 Juli 2010
My Antique Collection
Stampel terbuat dari batu giok di jaman Dinasty Ming 1368-1644 (penanggalan china) , peninggalan dari leluhur kami telah 5 generasi ,satu set terdiri dari 6 pcs dengan jenis bentuk yang berbeda :
> Phat Kwa
> Belati dengan ornament Naga
> 2 Kwan Kong
> Kwan Yien
> Jie Lie Hut
Jenis batu alam yang mengandung energi dan pembawaan dingin
Disana tertulis Ming 1482 dengan ukiran yang sangat indah dan tulisan bahasa china kuno,usia jade ming stampel ini terbuat sudah ribuan tahun yang lalu bila di lihat dari sejarah jade stamp ini sangat langka.
Leluhur kami membawa stamp tersebut setelah kejatuhan masa jaya Dinasty Ming dan sampai sekarang masih terpelihara hampir 500 tahun.
Informasi Umum jadeite
Chemical Formula: Na (Al, Fe + + +) Si2O6
Komposisi: Berat Molekul = 205,03 gram
Natrium Na 11,21% 15,11% Na2O
Aluminium 11,84% 22,38% Al2O3 Al
Besi 2,72% 3,89% Fe2O3 Fe
Silicon 27,40% 58,61% SiO2 Si
Oksigen 46,82% O
100,00% 100,00% = TOTAL OXIDE
Formula empiris: NaAl0.9Fe3 0,1 (Si2O6)
Lingkungan: Sangat bermetamorfosa batuan yang kaya natrium serpentinous
IMA Status: Species Berlaku (Pre-IMA) 1863
Lokalitas: Clear Creek, San Benito County, California. Dekat Tawmaw dan desa Hpakan, Upper Burma. Link ke MinDat.org Data Lokasi.
Nama Asal: Dari Spanyol, Piedra de ijada, "batu dari samping," karena yang seharusnya menyembuhkan penyakit ginjal jika diterapkan ke sisi tubuh.
Sinonim: ICSD 10.232
------------------------------------------------------------------
Seal is made of natural jade stone age Dinasty Ming Chao , the legacy of our ancestors have been five generations of our hands. 6 pcs set ourselves was to consist of different forms:
> Bak Kua, , 8 diagrams.
> Dagger dragon ornament.
> 2 Kwan Kong <>
> Yien Kwan
> Jie lay Hut
Types of natural stone containing the energy and innate cool .. and there to write language ancient china Sun in 1482, was always successful and glorious, beautifully engraved, proof of age making this jade seal already thousands of years, has a history value is very rare.
Ming Dynasty 1368-1644 AD ... Late Yuan Dynasty sudden and inevitable. Chinese history has been one forged in the fire of Chinese culture and traditions. Mongol rule over China was taken after a civil war among Mongol princes and generals to create the conditions for a popular peasant revolt that massive foreign Mongol ruler can not be contained. Ming Dynasty started in 1368, and lasted until 1644 AD Its founder was a peasant named Zhu Yuanzhang, the third only three farmers who had become Emperor of China. Zhu Yuanzhang is the poor who have joined the Red Turban rebellion in the lower Yangtze region to liberate China from the Mongolian government oppression. He is known as Hongwu Emperor, because he led a major uprising against the Mongols.
Mandate of Heaven is now back in the hands of China by Zhu Yuanzhang court's decision with the decree. After eliminating rivals and drive out the Mongols from China, Zhu Yuanzhang establish the Ming Dynasty in 1368, first with its capital in Nanjing and later in Beijing. As a result of peasant origin, Emperor Hongwu created laws that improved the lives of farmers. He kept a low land tax, and save the barn stocked to prevent starvation.
Historical similarities can be found in the court of Zhu Yuanzhang to the Han Dynasty which was also founded by a farmer who became the Emperor. Like its predecessor Han Zhu Yuanzhang was very suspicious of the palace is educated and given a highly authoritarian regime ("wounding named tyrant of Nanjing"). His tough style of centralized government due to the influence of government institutions inherited from the previous Mongol rule characterized by strong centralization. Zhu Yuanzhang, full of mistrust, took over all responsibilities of imperial rule by deleting the important ministries and secretaries. To control the highest officials in court, he was installing the Brocade Guards, spies secret service staff with a eunuch.
Ming Dynasty reached its height of power during the first quarter of the fifteenth century. Sun-controlled territory smaller than the Yuan. Yet, at the height of their power, they controlled the Mongols in the north, capturing the Western Region in the west, conquered the Jurchen (also Nuzhen) in the northeast, governed Tibet in the southwest and established Jiaozhi Prefecture in the south. During the period of Ming, Zheng He (the Muslim eunuch admiral famous for) a long trip to Southeast Asia and the Indian Ocean make the Sun is far more influential abroad than Tang and no less influential than the later Qing.
One of the remarkable achievements of the Ming Dynasty major reconstruction works of the new capital Beijing and the refurbishing and expansion of the Great Wall. While the Great Wall was built in earlier times, most of what is seen today either built or repaired by the Sun Brick and granite work enlarged, redesigned the clock tower and cannon placed along its length.
Ming Dynasty era is considered by Chinese historians as one of the most prosperous in China. China under the banner of the Mandate of Heaven and the Emperor of China's embrace of Neo-Confucian philosophy of the past and provide tremendous support from the peasantry, which in turn create an agrarian society based centered. This era of Chinese history is a stable period with a rapidly growing population that numbers around 100 million. During the Ming Dynasty tremendous progress in science and art of China reached providing great pride and confidence with the knowledge that they have created the most advanced civilization on earth.
In the closing years of Ming, the conquest launched major military campaigns, the long war with the Mongols, repeated attacks on Korea by the Japanese-controlled China, and Japan's attack on the coastal cities of China is very detrimental to the economy Sun Military campaign that is very dangerous and risky to conquer Vietnam caused tremendous tax increase in the exploitation of the masses. Many farmers were forced to leave their land because of high taxes and servitude to the greedy landowners. A huge economic crisis, thereby increasing agrarian peasant uprising in 1627 gave way to the social conditions that led to the conquest of Sun by Manchurians.
Ming Dynasty was the last native Chinese dynasty to rule the kingdom. Covers almost three centuries between the fall of the Mongol Yuan Dynasty (1271 - 1368) and the rise of the Manchu Qing Dynasty (1644 - 1911), Ming reunited what is now called China proper after almost 400 years of foreign invasion and occupation.
Ancient Jades created during the Ming Dynasty is probably the highest peak reached during the short repair China's long history. During the Ming Dynasty a popular trend is to use an ancient jade such as "connected" users to the ancestors and bring great fortune. So popular is this fashion that many of the Emperor Ming will receive a gift of jade only if they are ancient. This term to describe the ancient jades used and appreciated by the living is "Pan Kung" jades. Interesting is the fact that many jade workshops during the period of Sun made a fantastic old copy of jades feed demand for "Pan Kung" jades. Today many of these works have been inspired by antiques in their own right. Scholars who specialize in ancient Chinese jades can certainly detect a copy of inspired like that but they are in their own right artwork.
Authentic Ming Dynasty jades Jades is probably better known antiques collector west to acknowledge. The theme of the god Tao, Luck Boys, Bat for luck and Girls with pig tail hair style often associated with art and jades Sun Sun jades actually offer a large spectrum of diversity and beauty. Sun Many priceless treasures and can be found in the best museums in the world. My personal collection of jade has a spectacular Sun.
> Phat Kwa
> Belati dengan ornament Naga
> 2 Kwan Kong
> Kwan Yien
> Jie Lie Hut
Jenis batu alam yang mengandung energi dan pembawaan dingin
Disana tertulis Ming 1482 dengan ukiran yang sangat indah dan tulisan bahasa china kuno,usia jade ming stampel ini terbuat sudah ribuan tahun yang lalu bila di lihat dari sejarah jade stamp ini sangat langka.
Leluhur kami membawa stamp tersebut setelah kejatuhan masa jaya Dinasty Ming dan sampai sekarang masih terpelihara hampir 500 tahun.
Informasi Umum jadeite
Chemical Formula: Na (Al, Fe + + +) Si2O6
Komposisi: Berat Molekul = 205,03 gram
Natrium Na 11,21% 15,11% Na2O
Aluminium 11,84% 22,38% Al2O3 Al
Besi 2,72% 3,89% Fe2O3 Fe
Silicon 27,40% 58,61% SiO2 Si
Oksigen 46,82% O
100,00% 100,00% = TOTAL OXIDE
Formula empiris: NaAl0.9Fe3 0,1 (Si2O6)
Lingkungan: Sangat bermetamorfosa batuan yang kaya natrium serpentinous
IMA Status: Species Berlaku (Pre-IMA) 1863
Lokalitas: Clear Creek, San Benito County, California. Dekat Tawmaw dan desa Hpakan, Upper Burma. Link ke MinDat.org Data Lokasi.
Nama Asal: Dari Spanyol, Piedra de ijada, "batu dari samping," karena yang seharusnya menyembuhkan penyakit ginjal jika diterapkan ke sisi tubuh.
Sinonim: ICSD 10.232
------------------------------------------------------------------
Seal is made of natural jade stone age Dinasty Ming Chao , the legacy of our ancestors have been five generations of our hands. 6 pcs set ourselves was to consist of different forms:
> Bak Kua, , 8 diagrams.
> Dagger dragon ornament.
> 2 Kwan Kong <>
> Yien Kwan
> Jie lay Hut
Types of natural stone containing the energy and innate cool .. and there to write language ancient china Sun in 1482, was always successful and glorious, beautifully engraved, proof of age making this jade seal already thousands of years, has a history value is very rare.
Ming Dynasty 1368-1644 AD ... Late Yuan Dynasty sudden and inevitable. Chinese history has been one forged in the fire of Chinese culture and traditions. Mongol rule over China was taken after a civil war among Mongol princes and generals to create the conditions for a popular peasant revolt that massive foreign Mongol ruler can not be contained. Ming Dynasty started in 1368, and lasted until 1644 AD Its founder was a peasant named Zhu Yuanzhang, the third only three farmers who had become Emperor of China. Zhu Yuanzhang is the poor who have joined the Red Turban rebellion in the lower Yangtze region to liberate China from the Mongolian government oppression. He is known as Hongwu Emperor, because he led a major uprising against the Mongols.
Mandate of Heaven is now back in the hands of China by Zhu Yuanzhang court's decision with the decree. After eliminating rivals and drive out the Mongols from China, Zhu Yuanzhang establish the Ming Dynasty in 1368, first with its capital in Nanjing and later in Beijing. As a result of peasant origin, Emperor Hongwu created laws that improved the lives of farmers. He kept a low land tax, and save the barn stocked to prevent starvation.
Historical similarities can be found in the court of Zhu Yuanzhang to the Han Dynasty which was also founded by a farmer who became the Emperor. Like its predecessor Han Zhu Yuanzhang was very suspicious of the palace is educated and given a highly authoritarian regime ("wounding named tyrant of Nanjing"). His tough style of centralized government due to the influence of government institutions inherited from the previous Mongol rule characterized by strong centralization. Zhu Yuanzhang, full of mistrust, took over all responsibilities of imperial rule by deleting the important ministries and secretaries. To control the highest officials in court, he was installing the Brocade Guards, spies secret service staff with a eunuch.
Ming Dynasty reached its height of power during the first quarter of the fifteenth century. Sun-controlled territory smaller than the Yuan. Yet, at the height of their power, they controlled the Mongols in the north, capturing the Western Region in the west, conquered the Jurchen (also Nuzhen) in the northeast, governed Tibet in the southwest and established Jiaozhi Prefecture in the south. During the period of Ming, Zheng He (the Muslim eunuch admiral famous for) a long trip to Southeast Asia and the Indian Ocean make the Sun is far more influential abroad than Tang and no less influential than the later Qing.
One of the remarkable achievements of the Ming Dynasty major reconstruction works of the new capital Beijing and the refurbishing and expansion of the Great Wall. While the Great Wall was built in earlier times, most of what is seen today either built or repaired by the Sun Brick and granite work enlarged, redesigned the clock tower and cannon placed along its length.
Ming Dynasty era is considered by Chinese historians as one of the most prosperous in China. China under the banner of the Mandate of Heaven and the Emperor of China's embrace of Neo-Confucian philosophy of the past and provide tremendous support from the peasantry, which in turn create an agrarian society based centered. This era of Chinese history is a stable period with a rapidly growing population that numbers around 100 million. During the Ming Dynasty tremendous progress in science and art of China reached providing great pride and confidence with the knowledge that they have created the most advanced civilization on earth.
In the closing years of Ming, the conquest launched major military campaigns, the long war with the Mongols, repeated attacks on Korea by the Japanese-controlled China, and Japan's attack on the coastal cities of China is very detrimental to the economy Sun Military campaign that is very dangerous and risky to conquer Vietnam caused tremendous tax increase in the exploitation of the masses. Many farmers were forced to leave their land because of high taxes and servitude to the greedy landowners. A huge economic crisis, thereby increasing agrarian peasant uprising in 1627 gave way to the social conditions that led to the conquest of Sun by Manchurians.
Ming Dynasty was the last native Chinese dynasty to rule the kingdom. Covers almost three centuries between the fall of the Mongol Yuan Dynasty (1271 - 1368) and the rise of the Manchu Qing Dynasty (1644 - 1911), Ming reunited what is now called China proper after almost 400 years of foreign invasion and occupation.
Ancient Jades created during the Ming Dynasty is probably the highest peak reached during the short repair China's long history. During the Ming Dynasty a popular trend is to use an ancient jade such as "connected" users to the ancestors and bring great fortune. So popular is this fashion that many of the Emperor Ming will receive a gift of jade only if they are ancient. This term to describe the ancient jades used and appreciated by the living is "Pan Kung" jades. Interesting is the fact that many jade workshops during the period of Sun made a fantastic old copy of jades feed demand for "Pan Kung" jades. Today many of these works have been inspired by antiques in their own right. Scholars who specialize in ancient Chinese jades can certainly detect a copy of inspired like that but they are in their own right artwork.
Authentic Ming Dynasty jades Jades is probably better known antiques collector west to acknowledge. The theme of the god Tao, Luck Boys, Bat for luck and Girls with pig tail hair style often associated with art and jades Sun Sun jades actually offer a large spectrum of diversity and beauty. Sun Many priceless treasures and can be found in the best museums in the world. My personal collection of jade has a spectacular Sun.
Rabu, 14 Juli 2010
Langganan:
Postingan (Atom)













